Sakit Sadel Sepeda: 6 Penyebab Paling Umum

Sakit Sadel Sepeda: 6 Penyebab Paling Umum

Jika Anda mengetahui hal-hal yang dapat menyebabkan nyeri pada pelana sepeda, Anda pasti dapat terhindar dari ketidaknyamanan bersepeda ini dan mendapatkan pengalaman yang lebih menyenangkan dan nyaman.

Jika sepeda Anda pas untuk Anda, kesalahan fit sepeda berikut mungkin menjadi penyebab nyeri sadel sepeda:

1. Saddle Miskin

Sadel yang buruk adalah penyebab paling umum dari nyeri sadel sepeda. Beberapa kursi sepeda terlalu nyaman dan beberapa terlalu keras. Sadel yang terlalu empuk (dengan terlalu banyak gel atau bantalan) akan membuat Anda tenggelam karena beban tulang duduk Anda. Hal ini menyebabkan bagian tengah jok sepeda Anda terdorong ke atas dan memberi tekanan tambahan pada jaringan lunak Anda.

Seringkali, pelana yang lebih kokoh bisa lebih baik terutama untuk perjalanan yang lebih lama. Kursi sepeda yang baik untuk wanita harus memiliki bantalan yang baik untuk tulang duduk. Memiliki belahan atau lekukan dikatakan memberikan kenyamanan lebih karena mengurangi tekanan pada perineum dan meningkatkan sirkulasi darah. Pemotongan harus diperpanjang ke depan untuk memindahkan tekanan ke area yang tepat. Pelana khusus wanita penting bagi kebanyakan wanita. Sepeda yang tidak begitu datang dengan jok pria, yang tidak benar-benar dirancang untuk anatomi wanita.

Sepeda yang bukan khusus wanita dilengkapi dengan pelana pria, yang tidak dirancang untuk anatomi wanita. Untuk pengendara yang lebih berat, sadel lebar dengan bantalan yang baik dan memiliki lekukan yang lega sangat ideal karena dapat memberikan lebih banyak penyangga dan kenyamanan. Sadel yang terlalu sempit akan menyebabkan tulang duduk menggantung ke samping dan tidak mendapat dukungan yang cukup. Selain itu, hal ini dapat menimbulkan gesekan yang tidak nyaman pada tulang duduk. Sadel yang terlalu lebar akan menggesek dan melukai paha bagian dalam.

Wanita bertubuh mungil dengan panggul lebih sempit umumnya mendapat manfaat dari pelana sempit untuk pria. Namun pemilihan sadel masih menjadi hal yang personal. Ini karena anatomi, berat, dan gaya berkendara orang berbeda-beda.

2. Kemiringan Saddle Miskin

Jika jok sepeda terlalu dinaikkan (membuat hidung mengarah ke atas) akan memberikan tekanan tambahan pada jaringan lunak depan. Hal ini juga yang membuat pengendara menjadi bungkuk yang bukan merupakan posisi yang ideal atau nyaman.

Saddle yang terlalu miring ke bawah akan menyebabkan pengendara tergelincir ke depan pada jok dan menyebabkan dia duduk di tempat yang salah pada sadel. Tulang duduknya tidak akan dapat memberikan dukungan yang cukup dan lebih banyak beban tubuh akan diletakkan di tangannya yang dapat menyebabkan nyeri pergelangan tangan dan tangan mati rasa dan nyeri.

Pelana sepeda jalan raya harus sedikit mengarah ke bawah (untuk posisi yang lebih maju) atau rata (untuk posisi yang lebih tegak). Pelana sepeda time trial harus lebih mengarah ke bawah karena panggul diputar lebih ke depan di bagian depan sepeda.

Tiang kursi yang dilengkapi dengan sudut yang dapat disesuaikan akan memungkinkan pengendara menemukan kemiringan yang paling ideal. Banyak tiang memiliki klem pelana dengan takik yang biasanya memberikan pengendara pilihan untuk terlalu hidung ke atas atau terlalu hidung ke bawah.

3. Pelana terlalu tinggi.

Kursi yang terlalu tinggi akan mengurangi beban pengendara dari pedal dan menambah beban pada sadel. Ini juga akan membuat pinggul pengendara bergoyang dengan gerakan menyamping dan bergesekan. Hal ini berpotensi menyebabkan nyeri pada pelana sepeda.

4. Sadelnya terlalu jauh ke belakang.

Seringkali, ketika sadel digeser ke depan (membiarkan lutut melewati sumbu pedal) dan sudut mengayuh diubah, kenyamanan sadel ditingkatkan.

5. Jarak antara setang dan sadel terlalu besar.

Bobot tambahan akan diletakkan di tangan dan perineum bila posisi pengendara di depan jok motor lebih agresif.

6. Jangkauan setang terlalu jauh.

Jika seseorang perlu meregangkan terlalu jauh untuk setang, penyangga yang berasal dari lengan akan berkurang secara signifikan, dan bagian depan jok sepeda akan menerima lebih banyak bobot. Hal ini dapat menyebabkan nyeri pada pelana sepeda.

Leave a Reply